"Ke depannya perseroan berkomitmen untuk terus menjaga bahwa stabilitas pembagian dividen ini secara nominal, dengan tetap mempertimbangkan kondisi keuangan, dan kebutuhan investasi dan keberlanjutan bisnis perseroan," katanya.
Sepanjang semester I-2026, kinerja Jasa Marga menunjukkan pertumbuhan positif dan berada di atas sejumlah target tahunan yang ditetapkan perseroan. Pendapatan usaha di luar pendapatan konstruksi tercatat tumbuh 7,6 persen secara tahunan menjadi sekitar Rp10,31 triliun, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp9,58 triliun.
Pertumbuhan tersebut didorong antara lain oleh peningkatan volume lalu lintas, pengoperasian Jalan Tol Jogja-Solo seksi Klaten-Prambanan sejak Agustus 2025, serta dampak penyesuaian tarif di sejumlah ruas tol Jasa Marga.
Dari sisi EBITDA, perseroan membukukan pertumbuhan sebesar 8,1 persen secara tahunan menjadi sekitar Rp6,99 triliun dari Rp6,47 triliun pada Semester I 2025. EBITDA margin juga meningkat dari 67,0 persen menjadi 67,8 persen.
Sementara itu, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tumbuh 2,0 persen secara tahunan menjadi Rp1,91 triliun dari Rp1,87 triliun pada Semester I 2025.