Pertumbuhan tersebut didorong antara lain oleh peningkatan volume lalu lintas, pengoperasian Jalan Tol Jogja-Solo seksi Klaten-Prambanan sejak Agustus 2025, serta dampak penyesuaian tarif di sejumlah ruas tol Jasa Marga.
Dari sisi EBITDA, perseroan membukukan pertumbuhan sebesar 8,1 persen secara tahunan menjadi sekitar Rp6,99 triliun dari Rp6,47 triliun pada Semester I-2025. EBITDA margin juga meningkat dari 67,0 persen menjadi 67,8 persen.
Sementara itu, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tumbuh 2,0 persen secara tahunan menjadi Rp1,91 triliun dari Rp1,87 triliun pada Semester I-2025.
Pertumbuhan kinerja tersebut turut ditopang oleh lalu lintas kendaraan yang masih terjaga. Pada Semester I-2026, volume lalu lintas mencapai 647,48 juta kendaraan, naik 1,70 persen dibandingkan 636,63 juta kendaraan pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari sisi rasio keuangan, gearing ratio Jasa Marga tercatat sebesar 1,2 kali pada Semester I-2026, masih di bawah batas target perseroan sebesar 1,5 kali. Sementara interest coverage ratio meningkat menjadi 3,9 kali dari 3,69 kali pada 2025 dan berada di atas target minimal 2,5 kali.
(NIA DEVIYANA)