Belvin juga memanfaatkan kekuatan media sosial miliknya dengan 1,7 juta akun pengikut (IG @belvinvvip) dan 8 ribu pengikut (IG @belvinmology), serta grup Telegram dengan lebih dari 50 ribu pelanggan. OJK menyatakan, media sosial menjadi wadah bagi Belvin untuk melakukan transaksi berlawanan dengan yang disampaikan.
Sejumlah saham yang disebutkan secara eksplisit oleh OJK juga sempat muncul nama Belvin. Pada saham AYLS misalnya, nama Belvin sebagai pemegang saham minoritas signifikan alias di atas 5 persen muncul pada November 2021, berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).
Namanya terakhir kali muncul melakukan transaksi pada Juni 2025. Namun saat ini, Belvin tidak masuk dalam DPS di atas 5 persen AYLS.
Pola serupa juga tampak pada sejumlah saham yang pernah dibeli Belvin. Di luar ketiga saham di atas, ada beberapa saham yang pernah dibeli Belvin, di antaranya PT Sky Energi Indonesia Tbk (JSKY), PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk (BOSS), PT Sunindo Adipersada Tbk (TOYS), PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk (OPMS), dan PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK).
Belakangan ini, Belvin beberapa kali menyebut saham PT Indospring Tbk (INDS) pada media sosialnya. Saham INDS yang menyentuh batas auto reject atas (ARA) berjilid-jilid saat ini menyentuh batas auto reject bawah (ARB) dalam dua hari beruntun sejak Jumat lalu, bersamaan dengan pengumuman sanksi atas Belvin Tannadi.