AALI
9800
ABBA
188
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7375
ADHI
815
ADMF
8100
ADMG
177
ADRO
2970
AGAR
318
AGII
1950
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1640
AKRA
1060
AKSI
294
ALDO
855
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
228
Market Watch
Last updated : 2022/06/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.03
0.56%
+3.01
IHSG
7042.94
0.64%
+44.67
LQ45
1018.99
0.57%
+5.77
HSI
21719.06
2.09%
+445.19
N225
26491.97
1.23%
+320.72
NYSE
14402.12
0.34%
+49.32
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,845
Emas
873,761 / gram

Jelang Pertemuan The Fed, Bursa Asia Bergerak Variatif

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Rabu, 05 Januari 2022 09:56 WIB
Bursa saham di kawasan Asia bergerak variatif pada perdagangan hari ini, Rabu (5/1).
Jelang Pertemuan The Fed, Bursa Asia Bergerak Variatif (FOTO:MNC Media)
Jelang Pertemuan The Fed, Bursa Asia Bergerak Variatif (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Menjelang rilis pertemuan bank sentral Amerika Serikat / Federal Reserve yang bakal memberi petunjuk soal kenaikan suku bunga tahun ini, bursa saham di kawasan Asia bergerak variatif pada perdagangan hari ini, Rabu (5/1). 

Hingga pukul 09:31 WIB, Nikkei 225 Jepang (N225) stagnan di 29.302,50, Shanghai Composite China (SSEC) tertekan -0,85% di 3.601,49, dan Kospi Korea Selatan (KS11) terpuruk -1,32% di 2.949,74. 

Hang Seng Hong Kong (HSI) turun -1,18% di 23.015,00, Taiwan Weighted (TWII) naik 0,06% di 18.537,97, 

S&P 500 / ASX 200 Australia (AXJO) terpuruk -0,25% di 7.568,80, SET Thailand menanjak 0,76% di 1.670,28, dan IDX Composite / IHSG naik 0,52% di 6.729,96. 

Investor masih menunggu risalah pertemuan Fed pada bulan Desember yang akan dirilis dalam beberapa waktu ke depan. Lebih jauh, pasar juga menantikan laporan pekerjaan AS yang diperkirakan akan dirilis pada Jumat depan (7/1). Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari menyatakan dukungannya terhadap kenaikan suku bunga pada tahun 2022 sebagai langkah mengekang inflasi yang tinggi. 

“Sebelumnya kami mengira bahwa kenaikan suku bunga tidak akan dibahas sampai pertengahan 2022, tetapi The Fed tampaknya telah mencapai konsensus untuk melaksanakan tapering lebih cepat dan menaikkan suku bunga lebih cepat,” kata Analis Standard Chartered Steve Englander dalam sebuah catatan, dilansir Investing, Rabu (5/1/2022). 

"Tetapi kami belum sampai pada kesimpulan bahwa dinamika inflasi akan mendukung kenaikan suku bunga yang berkelanjutan. Kami menduga pendorong terbesar pasar aset adalah ketika inflasi dan kekhawatiran terhadap Covid-19 mulai surut,” tambah catatan itu. 

Selain Fed, investor juga sedang mencerna data AS pada hari Selasa, yang menunjukkan bahwa indeks manajer pembelian (PMI) dari  Institute of Supply Management lebih rendah dari perkiraan 58,7 pada bulan Desember. 

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD