AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
-0.73%
-3.98
IHSG
6883.50
-0.44%
-30.64
LQ45
1009.51
-0.63%
-6.42
HSI
20116.20
-0.27%
-55.07
N225
26604.84
-0.27%
-72.96
NYSE
15080.98
0.3%
+45.11
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,038 / gram

Jelang Rilis Data AS dan China, Harga Minyak Mentah Menguat 

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Rabu, 11 Mei 2022 13:07 WIB
Harga minyak mentah dunia kembali menguat pada perdagangan hari ini, Rabu (11/5/2022) jelang rilis data China dan AS.
Jelang Rilis Data AS dan China, Harga Minyak Mentah Menguat  (Dok.MNC)
Jelang Rilis Data AS dan China, Harga Minyak Mentah Menguat  (Dok.MNC)

IDXChannel - Harga minyak mentah dunia kembali menguat pada perdagangan hari ini, Rabu (11/5/2022).

Data bursa Intercontinental Exchange (ICE) hingga pukul 12:11 WIB menunjukkan, harga minyak Brent Juli 2022 naik 1,98% di USD104,49 per barel. Sedangkan Brent Agustus 2022 menguat 2,03% di USD103,30 per barel.

West Texas Intermediate (WTI) Juni 2022 di New York Mercantile Exchange (NYMEX) menanjak 2,04% di USD101,80 per barel, sementara WTI Juli 2022 tumbuh 2,06% di USD100,48 per barel.

Sejauh ini, kedua harga acuan minyak masih fluktuatif di kisaran USD100an per barel, dipicu sejumlah sentimen mulai dari kelanjutan krisis geopolitik Rusia dan Ukraina, serta lockdown di China yang mengancam permintaan.

Namun, pada hari ini, pasar tengah menantikan sejumlah data perdagangan untuk mengetahui seberapa besar kekuatan ekonomi negara-negara besar atas gonjang-ganjing harga komoditas ini.

Pertama, China akan mengumumkan harga di tingkat industri, sementara Amerika Serikat akan segera mengumukan indeks harga konsumen (CPI) yang dapat mengukur inflasi mereka.

Secara akumulatif, harga minyak terbilang masih meningkat setidaknya sebesar 30 persen sepanjang tahun ini, terbakar isu agresi militer di Ukraina awal tahun ini yang mendongkrak harganya di tingkat global. 

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD