Sementara, untuk kinerja di 2026, NICL dikatakan Ruddy telah memasang target volume produksi dan juga penjualan nikel sebesar 2,6 juta ton, seiring dengan upaya menjaga kesinambungan operasi dan memperkuat pertumbuhan berkelanjutan.
Guna mendukung pencapaian target tersebut, Perseroan bakal terus melanjutkan kegiatan eksplorasi melalui pengeboran guna mengembangkan sumber daya serta menambah cadangan tambang.
Saat ini, NICL mengoperasikan dua tambang utama, yakni di wilayah konsesi PAM Mineral dengan cadangan sekitar 8,25 juta ton serta tambang milik entitas anak PT Indrabakti Mustika (IBM) dengan cadangan mencapai 91,82 juta ton.
"Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menjamin kesinambungan operasi serta peningkatan nilai ekonomi sumber daya yang dimiliki," ujar Ruddy.
(taufan sukma)