Terkait alokasi perolehan dana PMHMETD, kata Anindya, seluruh hasilnya bakal disalurkan guna melunasi kewajiban utang induk perusahaan maupun anak usahanya kepada para kreditur.
Selain itu, suntikan dana segar ini juga akan dimanfaatkan sebagai modal kerja sekaligus bahan bakar ekspansi bisnis di lingkup perseroan beserta anak usahanya, tidak terkecuali untuk kebutuhan pengembangan CCT.
Anindya optimistis manuver keuangan ini sanggup memberikan efek ganda yang positif, yakni mendongkrak performa finansial sekaligus memperkokoh operasional dan permodalan emiten.
Anindya turut menjelaskan proyeksi pasca-aksi korporasi, di mana rasio total pinjaman berbanding total aset diprediksi bakal menyusut dari level 84,28 persen turun ke angka 67,9 persen.