Penurunan metrik ini menjadi indikator kuat bahwa setelah PMHMETD rampung, porsi aset BNBR yang dibiayai oleh ekuitas bakal membesar. Alhasil, porsi kontribusi dari performa aset-aset perusahaan yang bisa dinikmati oleh para pemegang saham akan ikut menebal.
Tak hanya itu, perbandingan antara total utang terhadap total ekuitas juga diyakini akan merosot drastis menjadi 211,57 persen setelah PMHMETD, dari posisi sebelumnya yang cukup tinggi di level 536,02 persen.
"Rasio ini menjadi lebih baik karena menyeimbangkan struktur permodalan perseroan antara ekuitas dan kewajiban," kata Anindya.
Di sisi lain, Anindya tidak menampik adanya konsekuensi bagi para investor lama. Pemegang saham yang memilih untuk tidak mengeksekusi atau membeli saham baru lewat HMETD miliknya harus bersiap menghadapi efek dilusi.