sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Kebut Penambahan Kapasitas, Begini Prospek Bisnis Barito Renewables (BREN) Versi Analis

Market news editor Taufan Sukma Abdi Putra
30/05/2026 15:03 WIB
model bisnis BREN juga didukung fondasi yang tangguh melalui dukungan Barito Group, baik dari sisi finansial maupun operasional.
Kebut Penambahan Kapasitas, Begini Prospek Bisnis Barito Renewables (BREN) Versi Analis (foto: iNews Media Group)
Kebut Penambahan Kapasitas, Begini Prospek Bisnis Barito Renewables (BREN) Versi Analis (foto: iNews Media Group)

IDXChannel - PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) kembali menegaskan targetnya dalam memaksimalkan kapasitas terpasang dari 989 MW pada 2025 lalu, menjadi sekitar 2,3 GW hingga 2,8 GW pada 2023 mendatang.

Upaya pemenuhan target tersebut dilakukan melalui kombinasi optimalisasi aset eksisting, pengembangan proyek panas bumi baru (greenfield geothermal developments) dan ekspansi ke proyek energi angin.

Misalnya saja dengan telah dituntaskannya penambahan kapasitas pada pembangkit listrik Wayang Windu Unit 1 dan Unit 2 pada Maret 2026 lalu, di mana BREN melalui salah satu anak usahanya, yaitu Star Energy Geothermal, siap mengoperasikan 1 GW panas bumi mulai akhir 2026 mendatang.

"Posisi dominan ini memberikan fondasi kuat bagi BREN untuk menangkap pertumbuhan permintaan listrik berbasis energi bersih di Indonesia," tulis Tim Riset PT Henan Putihrai Sekuritas, dalam laporan riset yang dirilis, Jumat (29/5/2026).

Dalam laporan riset bertajuk 'BREN: Indonesia's Largest Geothermal Player' tersebut, pihak Henan Sekuritas menempatkan BREN sebagai pemain panas bumi terbesar di Indonesia, yang tercatat mengoperasikan 910 MW kapasitas panas bumi di Jawa Barat, dan merepresentasikan sekitar 38 persen pangsa pasar panas bumi nasional.

Dalam pandangan tim riset Henan Sekuritas, portofolio aset BREN didukung aset panas bumi berkualitas tinggi dengan kontrak jangka panjang bersama PT PLN (Persero). Dengan demikian, hal ini bisa menghasilkan arus pendapatan yang stabil layaknya aset infrastruktur.

Pada saat yang sama, BREN juga memperkuat ketahanan laba melalui karakteristik pembangkit baseload, faktor kapasitas yang tinggi dan struktur tarif yang diatur, sehingga mampu menjaga kinerja dalam berbagai kondisi dan siklus ekonomi.

"Sejauh ini BREN berada di posisi yang diuntungkan dalam transisi energi Indonesia. Mengacu pada peta jalan sepuluh tahun PLN, perseroan berpeluang kuat untuk menangkap peningkatan permintaan listrik melalui platform energi terbarukan yang dapat terus dikembangkan," tulis Tim Riset Henan Sekuritas.

Tim riset memperkirakan, pertumbuhan laba BREN akan semakin cepat, dengan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk (PATMI) diproyeksikan bertumbuh pada CAGR mencapai 35,7 persen.

Pertumbuhan ini didorong ekspansi kapasitas dan leverage operasional yang kuat dari basis pendapatan kontraktual dengan margin tinggi.

Selain itu, model bisnis BREN juga didukung fondasi yang tangguh melalui dukungan Barito Group, baik dari sisi finansial maupun operasional. Dukungan ini tentunya bakal memperkuat ketahanan kinerja Perseroan selama menjalani fase pertumbuhan.

Tim riset Henan Sekuritas menilai, tekanan pada harga saham dalam jangka pendek lebih bersifat teknikal dibandingkan fundamental.

"Kami menilai aksi jual yang dipicu oleh MSCI dan indeks domestik tidak mencerminkan penurunan kualitas bisnis perusahaan. Sebaliknya, kondisi ini dipandang sebagai peluang yang jarang terjadi untuk memiliki perusahaan energi terbarukan berkualitas tinggi pada valuasi yang lebih menarik," tulis Tim Riset Henan Sekuritas.

Dengan berbagai pertimbangan tersebut, Henan Sekuritas merekomendasikan Buy pada BREN, dengan TP di level 3.890, yang mencerminkan potensi upside 63,4 persen, dibandingkan posisi penutupan perdagangan 25 Mei 2026 di level 2.380.

Tim riset Henan Sekuritas menyebutkan, target price tersebut didasarkan pada prospek pertumbuhan kapasitas yang signifikan, proyeksi pertumbuhan laba yang kuat, tingginya kualitas aset panas bumi dan posisi strategis BREN dalam transisi energi Indonesia.

"Valuasi kami menunjukkan alpha sebesar 36,7 persen dibandingkan benchmark. BREN merupakan perusahaan holding energi terbarukan Indonesia yang berfokus pada panas bumi, dengan kapasitas 910 MW di Jawa Barat yang merepresentasikan 38 persen pangsa pasar," tulis Tim Riset Henan Sekuritas.

(taufan sukma)

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement