IDXChannel – PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) membidik pertumbuhan penjualan double digit sepanjang 2026 dengan memanfaatkan momentum lonjakan permintaan mobil bekas menjelang Ramadan dan Lebaran. Perseroan optimistis periode mudik akan menjadi katalis positif bagi kinerja tahun ini.
Emiten berkode saham ASLC memproyeksikan peningkatan kebutuhan kendaraan pribadi seiring tradisi mudik dan tingginya mobilitas masyarakat saat Lebaran 2026.
Presiden Direktur ASLC, Jany Candra mengatakan bahwa mobil bekas tetap menjadi pilihan rasional di tengah daya beli masyarakat yang selektif. Harga yang lebih terjangkau dibanding mobil baru serta pilihan unit yang variatif dinilai menjadi daya tarik utama.
“Mobil bekas selalu menjadi alternatif rasional di tengah daya beli yang selektif karena menawarkan harga lebih terjangkau dan pilihan unit sesuai kebutuhan konsumen,” ujar Jany dalam keterangan resminya yang dikutip pada Senin (23/02/2026).
Untuk menangkap lonjakan permintaan musiman, ASLC memperkuat ketersediaan stok kendaraan berkualitas di berbagai showroom Caroline.id. Perseroan memastikan unit yang dijual telah melalui proses inspeksi ketat, baik dari sisi mesin maupun kelengkapan dokumen, guna memberikan rasa aman bagi konsumen saat mudik.
Selain itu, optimalisasi platform digital dan ekosistem omnichannel juga menjadi fokus utama. Integrasi online-to-offline diharapkan mempermudah konsumen dalam mencari, memilih, hingga melakukan transaksi kendaraan secara aman dan transparan.
Di sisi lain, unit bisnis lelang JBA turut mengantisipasi peningkatan aktivitas dengan memperkuat pasokan kendaraan serta memperluas akses lelang berbasis digital. Secara historis, menjelang Lebaran permintaan dari dealer dan pelaku usaha cenderung meningkat untuk memenuhi kebutuhan pasar.
Momentum Lebaran dinilai menjadi salah satu pendorong signifikan bagi pertumbuhan pendapatan semester I-2026. Secara keseluruhan, ASLC menargetkan pertumbuhan penjualan double digit pada 2026, didorong ekspansi jaringan yang berkelanjutan serta optimalisasi ekosistem bisnis mobil bekas.
Optimisme tersebut didukung capaian kinerja 2025 yang solid. Hingga kuartal III-2025, ASLC membukukan pendapatan Rp713 miliar atau tumbuh 15 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), dengan laba bersih mencapai Rp33,9 miliar.
Manajemen menegaskan fokus Perseroan tidak hanya pada pertumbuhan, tetapi juga menjaga profitabilitas melalui pengendalian kualitas unit, transparansi harga, serta efisiensi operasional.
“Dengan menjaga kualitas melalui inspeksi ketat dan menghadirkan transparansi harga serta kondisi kendaraan, ASLC memusatkan perhatian pada pertumbuhan berkelanjutan dan profitabilitas bisnis,” kata Jany.
Dengan strategi tersebut, ASLC optimistis mampu memaksimalkan momentum musiman Lebaran sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan sepanjang 2026.
(Shifa Nurhaliza Putri)