AALI
9425
ABBA
276
ABDA
0
ABMM
2440
ACES
740
ACST
190
ACST-R
0
ADES
6150
ADHI
790
ADMF
8175
ADMG
174
ADRO
3190
AGAR
314
AGII
2300
AGRO
830
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
95
AIMS
280
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1575
AKRA
1190
AKSI
274
ALDO
755
ALKA
288
ALMI
298
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/12 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
538.68
-0.69%
-3.72
IHSG
7129.28
-0.43%
-31.11
LQ45
1012.04
-0.62%
-6.29
HSI
20175.62
0.46%
+93.19
N225
28546.98
2.62%
+727.65
NYSE
15602.93
0.32%
+50.23
Kurs
HKD/IDR 205
USD/IDR 14,795
Emas
850,422 / gram

'Kekeuh' Mau Jual Saham, Pemprov DKI Rajin Terima Dividen dari Delta Djakarta (DLTA) 

MARKET NEWS
Aldo Fernando - Riset
Senin, 20 Juni 2022 17:45 WIB
Secara historis, Pemprov DKI rajin ketiban cuan  puluhan miliar rupiah dari emiten produsen bir Anker tersebut.
'Kekeuh' Mau Jual Saham, Pemprov DKI Rajin Terima Dividen dari Delta Djakarta (DLTA). (Foto: Shutterstock)
'Kekeuh' Mau Jual Saham, Pemprov DKI Rajin Terima Dividen dari Delta Djakarta (DLTA). (Foto: Shutterstock)

IDXChannel –Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mendapatkan dividen tunai dari PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) hingga Rp63 miliar pada tahun ini. Secara historis, Pemprov DKI rajin ketiban cuan  puluhan miliar rupiah dari emiten produsen bir Anker tersebut.

Sebelumnya, DLTA memutuskan bakal membagikan dividen tunai periode tahun buku 2021 sebesar Rp240,19 miliar atau Rp300 per saham.

Restu tersebut diberikan lewat mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) perusahaan, yang digelar di Jakarta, Kamis (16/6/2022) lalu.

Mengenai jadwal pembagian, cum date (tanggal terakhir investor berhak mendapatkan dividen) di pasar reguler dan negosiasi akan jatuh pada 24 Juni mendatang, sedangkan recording date pada 28 Juni.

Delta Djakarta sendiri akan melakukan pembayaran dividen tunai pada 15 Juni 2022.

Rajin Dapat Dividen

DLTA memang terkenal rajin menebar dividen tunai kepada pemegang saham. Setidaknya sejak 2017, emiten yang melantai di bursa sejak 1984 silam ini tidak pernah absen membagi keuntungan dalam bentuk dividen tunai.

Alhasil, Pemprov DKI juga ikut meneguk keuntungan dividen tunai DLTA.

Informasi saja, menurut berbagai sumber, Pemprov DKI sudah menggenggam saham DLTA sejak 1970-an atau sejak era kepemimpinan Gubernur Ali Sadikin. Ini berarti jauh sebelum DLT tercatat di Bursa Efek Jakarta (sebelum menjadi Bursa Efek Indonesia/BEI).

Saat ini, per 31 Mei 2022, Pemprov DKI menguasai 26,25% atau 210,20 juta saham DLTA. Sementara, San Miguel Malaysia, bagian dari San Miguel Corporation, masih menjadi pengendali DLTA dengan penguasaan 58,33% saham perseroan.

San Miguel Corporation adalah konglomerat sekaligus produsen bir bermerek San Miguel Beer asal Filipina yang menjadi pengendali DLTA sejak 1990-an.

Kembali ke soal dividen, perolehan dividen yang bisa dibawa pulang Pemprov DKI tahun ini (Rp63 miliar) lebih tinggi tinimbang pada tahun lalu (atau untuk tahun buku 2020) yang sebesar Rp52,5 miliar. (Lihat tabel di bawah ini).

Sumber: Laporan Keuangan dan Tahunan DLTA (diolah) | *Saham milik BP IPM Jaya 2,92% digabungkan ke Pemprov DKI pada 25 Februari 2019

Memang, perolehan dividen tertinggi milik Pemprov DKI tahun ini masih kalah dari raihan 2019 (atau untuk tahun buku 2018) yang mencapai Rp100,47 miliar.

Kala itu, DLTA membagikan dividen terbesar dalam 5 tahun terakhir (Rp478/saham).

Di samping itu, kepemilikan saham milik Pemprov juga bertambah dari 186,84 juta atau 23,33% menjadi 210,20 juta saham atau setara dengan 26,25% (yang bertahan sampai saat ini).

Penyebab dari penambahan porsi saham Pemprov tersebut lantaran adanya penggabungan saham atas nama Badan Pengelola Investasi Penanaman Modal DKI Jakarta (BP IPM Jaya) dengan milik Pemprov. BP IPM Jaya sendiri sudah lama dibubarkan.

Mengutip keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), transaksi pengalihan saham BP IPM Jaya ke Pemprov DKI tersebut terjadi pada 25 Februari 2019 atau 5 bulan sebelum pembagian dividen untuk tahun buku 2018.

Asal tahu saja, sebelum dialihkan ke Pemprov DKI, porsi saham milik BP IPM Jaya di DLTA sebesar 2,92% atau 23,35 juta saham.

Kisah Rumit Lego Saham DLTA

Sudah sejak awal masa bakti, Pemprov Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan ingin melepas seluruh saham DLTA, kendati masih belum menemukan keputusan akhir sampai hari ini.

Dilansir Okezone.com (20 Januari 2017), Anies—kala itu masih dalam masa kampanye pencalonan menjadi Gubernur DKI—berencana menggunakan dana hasil penjualan saham DLTA untuk penyediaan air bersih

"Saya menilai penyediaan air minum akan lebih bermanfaat bagi warga Jakarta," kata Anies, di Pasar Timbul, Cengkareng, Jakarta Barat (20/1/2017).

Setelah Anies naik menjadi Gubernur DKI, rencana untuk melego saham emiten minuman beralkohol tersebut masih belum surut. Hanya saja, keinginan tersebut menemukan jalan terjal karena ditolak, misalnya, oleh DPRD DKI Jakarta.

Mengutip Okezone.com (5 Maret 2019), menanggapi penolakan itu, Anies kala itu mengungkapkan akan melaporkan kepada rakyat tentang penolakan pelepasan saham DLTA yang dilakukan oleh Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi.

“Jadi dewan itu kan wakilnya rakyat, jadi ketika wakil rakyat tidak menyetujui kita berniat lakukan itu,” ujar Anies Baswedan saat ditemui di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (5/3/2019).

Selang penolakan pada 2019 itu, pada tahun lalu, mengutip sejumlah pemberitaan Prasetio Edi Marsudi masih kekeuh dengan pendiriannya bahwa kepemilikan di saham DLTA menguntungkan buat Pemprov DKI.

Kabar teranyar, Pemprov DKI memastikan kelanjutan penjualan saham miliknya di DLTA. Hanya saja, lagi-lagi, Pemprov belum menerima keputusan final dari DPRD DKI Jakarta.

 “Posisi terakhir proses pelepasan saham, tetap seperti yang disampaikan Gubernur Anies Baswedan. Program penjualan saham DLTA memang menjadi program prioritas yang merupakan janji kampanye sampai sekarang tidak pernah dicabut. Keputusannya tetap dijual,” kata Komisaris Utama Delta Djakarta, Roy Tumpal Pakpahan di Jakarta, dilansir Okezone.com, Kamis (16/6/2022).

Sebagai gambaran, mengutip website perusahaan, Delta Djakarta didirikan di Indonesia pada 1932 sebagai perusahaan produksi bir Jerman bernama Archipel Brouwerij, NV.

Delta Djakarta kemudian diakuisisi oleh perusahaan Belanda dan berganti nama menjadi NV De Oranje Brouwerij.

Kemudian, perusahaan akhirnya resmi menggunakan nama saat ini, PT Delta Djakarta, sejak tahun 1970.

Saat ini, PT Delta Djakarta, memproduksi bir Pilsner dan bir Stout dengan merek Anker Bir, Anker Stout, Anker Lychee, Carlsberg, San Miguel Pale Pilsen, San Mig Light, San Miguel Cerveza Negra, Kuda Putih sampai Batavia. (ADF)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD