sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Kenapa Saham INDF Turun ke Indeks Small Cap MSCI? Simak Penjelasan Analis

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
11/02/2026 12:14 WIB
Saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) resmi terdegradasi dari MSCI Global Standard Indexes ke MSCI Small Cap Indexes.
Kenapa Saham INDF Turun ke Indeks Small Cap MSCI? Simak Penjelasan Analis. (Foto: Indofood)
Kenapa Saham INDF Turun ke Indeks Small Cap MSCI? Simak Penjelasan Analis. (Foto: Indofood)

IDXChannel — Saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) resmi terdegradasi dari MSCI Global Standard Indexes ke MSCI Small Cap Indexes dalam hasil MSCI February 2026 Index Review yang diumumkan Selasa (10/2/2026).

Analis menilai perpindahan ini lebih bersifat teknis dan mengikuti metodologi kapitalisasi pasar MSCI, bukan karena memburuknya fundamental perseroan.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 11.57 WIB saham INDF melemah 2,17 persen ke Rp6.750 dengan nilai transaksi Rp146,51 miliar.

Pengamat pasar modal Michael Yeoh menjelaskan, perubahan klasifikasi tersebut merupakan konsekuensi dari skema algoritma MSCI.

“Ini skema algoritma mereka, bahwa penurunan market cap sampai di titik tertentu, akan keluar dari standard cap dan masuk ke mid/small cap, no issue,” ujarnya, Rabu (11/2/2026).

Secara sederhana, selama kapitalisasi pasar turun melewati ambang batas yang ditetapkan, saham otomatis berpindah segmen.

Artinya, perubahan ini lebih teknis dan tidak semata-mata mencerminkan adanya persoalan fundamental baru.

Meski demikian, dari sisi teknikal, ia menilai pergerakan INDF masih kurang mendukung dalam jangka pendek.

“INDF sendiri memiliki pola teknikal yang kurang favorit, memiliki target penurunan hingga ke 6000, dari pattern head and shoulder,” katanya.

Seluruh perubahan indeks tersebut akan efektif setelah penutupan perdagangan 27 Februari 2026 dan mulai digunakan pada 2 Maret 2026.

Dalam tinjauan kali ini, tidak ada saham Indonesia yang masuk ke MSCI Global Standard Indexes. INDF justru keluar dari indeks tersebut dan masuk sebagai konstituen baru di MSCI Small Cap Indexes.

Sementara itu, PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) dan PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) dikeluarkan dari indeks small cap. Kemudian, pada MSCI Micro Cap Indexes, tidak terdapat perubahan.

Investment Analyst Lead Stockbit Edi Chandren menambahkan, evaluasi MSCI kali ini berlangsung dalam kondisi khusus.

Pada akhir Januari 2026, MSCI menerapkan perlakuan sementara terhadap pasar Indonesia, termasuk membekukan penambahan konstituen baru dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI).

Dengan kebijakan tersebut, review kali ini hanya mencakup penghapusan saham dan perpindahan turun antarsegmen ukuran, tanpa adanya penambahan konstituen baru.

Sebelumnya, sentimen MSCI sempat membayangi IHSG hingga memicu penurunan tajam 8 persen secara intraday pada 28 dan 29 Januari 2026, bahkan menyebabkan penghentian sementara perdagangan (trading halt) selama 30 menit.

Tekanan muncul setelah MSCI menyoroti persoalan investabilitas, terutama terkait tingkat free float yang dinilai terlalu terkonsentrasi. Sentimen negatif turut diperkuat oleh penurunan outlook Indonesia oleh Moody’s serta pemangkasan rekomendasi saham oleh UBS, Goldman Sachs, dan Nomura.

Menanggapi hal tersebut, BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bergerak cepat dengan menjalin komunikasi intensif bersama MSCI serta menindaklanjuti sejumlah catatan penting.

Salah satunya dengan menurunkan ambang batas kewajiban pengungkapan kepemilikan saham menjadi 1 persen dari sebelumnya 5 persen.

Pasar kini menantikan perkembangan lanjutan, termasuk hasil MSCI May 2026 Index Review yang dijadwalkan diumumkan pada 12 Mei 2026 dan efektif berlaku mulai 1 Juni 2026. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement