Dalam konferensi pers, Powell menegaskan tidak akan mundur di tengah kekhawatiran soal intervensi politik terhadap bank sentral.
“Saya sudah mengatakan bahwa saya tidak akan meninggalkan dewan sampai proses ini benar-benar selesai dengan transparansi dan kejelasan, dan saya tetap pada pernyataan itu,” kata Powell.
Powell menambahkan bahwa keputusannya didasarkan pada kekhawatiran terhadap pengaruh politik terhadap bank sentral.
“Saya khawatir serangan-serangan ini merusak institusi dan membahayakan hal yang penting bagi publik, yaitu kemampuan menjalankan kebijakan moneter tanpa mempertimbangkan faktor politik,” tuturnya.
Powell mengatakan dia sebenarnya sudah lama berencana pensiun. Namun, apa yang terjadi dalam tiga bulan terakhir membuatnya merasa tidak punya pilihan selain bertahan untuk memastikan semuanya berjalan sampai tuntas.
(NIA DEVIYANA)