Harga Brent sebelumnya jatuh 10,6 persen sepanjang pekan lalu, mencatat penurunan mingguan ketiga secara beruntun setelah pengiriman minyak melalui Selat Hormuz meningkat ke level tertinggi sejak perang AS-Israel terhadap Iran dimulai pada akhir Februari.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi mengatakan kepada televisi pemerintah pada Senin bahwa para ahli Iran dan Oman akan memulai pembicaraan mengenai penentuan ulang jalur transit melalui Selat Hormuz dalam beberapa hari mendatang.
Ia menambahkan bahwa Iran akan berupaya menghalangi kapal-kapal yang berada di luar jalur yang telah ditentukan.
Analis Gelber & Associates menyebut dalam catatan pada Senin bahwa ekspor minyak mentah keluar dari Teluk Persia dengan cepat pulih hingga setidaknya 75 persen dari level sebelum perang.
Namun, para analis mengingatkan bahwa lalu lintas kapal melalui selat tersebut masih jauh dari pulih sepenuhnya, sehingga membantu menjaga harga minyak tetap berada di level yang relatif tinggi.