Penurunan signifikan terjadi pada pos beban operasi lain sebesar 70 persen menjadi 83 miliar dan menghasilkan pendapatan operasi lain sebesar Rp156 miliar, naik 149 persen. Perbaikan tersebut terkait dengan penurunan kerugian kredit ekspektasi piutang.
Alhasil, rugi operasional turun tajam hingga 60 persen menjadi Rp312 miliar. Rugi tahun berjalan secara konsolidasi juga ikut turun menjadi Rp369 miliar dengan rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun menjadi Rp366 miliar.
Perbaikan pada laporan laba rugi juga tercermin dari arus kas yang membaik, sehingga posisi kas dan setara kas naik 126 persen menjadi Rp147 miliar.
Arus kas bersih dari aktivitas operasi naik 37 persen menjadi Rp204 miliar. Sementara, utang perseroan secara neto meningkat sebesar Rp959 miliar. Kenaikan utang ini membuat kas naik dan belanja modal meningkat tajam hampir empat kali lipat menjadi Rp812 miliar.
(Rahmat Fiansyah)