Selain itu, belum adanya kepastian mengenai penempatan dana sisa anggaran lebih (SAL) pemerintah di bank Himbara turut memicu persaingan penghimpunan dana sehingga biaya dana meningkat.
“Di tengah perebutan likuiditas yang berlangsung sengit, DPK Jago justru bisa tumbuh 23 persen dengan proporsi CASA mencapai lebih dari 50 persen. Pencapaian ini menunjukkan bahwa sinergi ekosistem antara JAGO dengan sejumlah mitra strategisnya seperti GOTO, Stockbit, Bibit dan BFI Finance menunjukkan progres yang menggembirakan,” kata Aditya.
Direktur Utama Bank Jago, Arief Harris Tandjung, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari kombinasi inovasi layanan dan penguatan kolaborasi dalam ekosistem bisnis.
Menurutnya, perusahaan terus menjaga keseimbangan antara kerja sama dengan mitra strategis dan pengembangan penyaluran kredit langsung kepada nasabah.
"Kami berkomitmen terus menjalankan kolaborasi bisnis dan penyaluran kredit yang telah terbangun baik selama lima tahun terakhir. Pada saat yang sama kami juga mengembangkan penyaluran kredit secara langsung kepada nasabah melalui konsep pembiayaan yang bertanggung jawab untuk menjangkau segmen nasabah yang lebih luas," ujar Arief dalam siaran pers, Kamis (23/7/2026).