"Dengan basis portofolio yang beragam, ruang pertumbuhan Bank Jago tetap terbuka mengingat ARTO tidak bergantung pada satu ekosistem," papar Yosua.
Yosua juga menyoroti perkembangan pembiayaan syariah Bank Jago yang tumbuh 370 persen secara tahunan menjadi Rp331,86 miliar hingga Juni 2026. Pertumbuhan tersebut didorong oleh kerja sama strategis dengan Unit Syariah BFI Finance.
Lebih lanjut, analis tersebut menilai fleksibilitas Bank Jago dalam mengadopsi model bisnis konvensional dan syariah sekaligus memberikan value proposition unik di industri.
"Hanya Bank Jago yang bisa melayani kedua segmen tersebut secara simultan," ujarnya.
Baginya, diversifikasi syariah bukan sekadar perluasan lini bisnis, melainkan langkah krusial untuk melayani kebutuhan nasabah secara komprehensif dalam jangka panjang.