Margin EBITDA turut meningkat dari 25 persen menjadi 26 persen. Sementara itu, laba bersih perseroan mencapai Rp279 miliar atau tumbuh 14 persen secara tahunan, dengan margin laba bersih naik dari 13 persen menjadi 14 persen.
"Jadi secara keseluruhan, semester pertama 2026 menunjukkan bahwa pertumbuhan MSIN tidak hanya berasal dari peningkatan revenue, tetapi juga disertai dengan operating leverage dan perbaikan margin," kata Abuzzal.
Ke depan, Abuzzal menyebut perseroan akan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, investasi untuk memperkuat ekosistem digital, serta disiplin dalam pengelolaan biaya.
Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung pertumbuhan profitabilitas yang berkelanjutan sekaligus menjaga fundamental bisnis perseroan.