Saham PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), yang juga kerap dikaitkan dengan Haji Isam, ikut menguat 13,94 persen.
Di sisi lain, saham BYAN kembali melambung 5,75 persen ke level Rp16.525 per unit.
Kenaikan tersebut membuat kapitalisasi pasar perseroan menembus Rp550 triliun, terbesar kedua di BEI setelah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), meski likuiditas perdagangan saham BYAN relatif lebih rendah.
Sebelumnya, Jhonlin Group membantah kabar mengenai rencana akuisisi 62 persen saham BYAN oleh taipan Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam.
Direktur Utama JARR, Indra Irawan, menyebut perseroan maupun grup usaha tidak memiliki rencana untuk mengakuisisi saham BYAN.