Andry menjelaskan, pihaknya mencatat pendapatan Rp1,02 triliun pada triwulan II-2026, atau tumbuh 13,2 persen secara tahunan (year on year/YoY), di mana pertumbuhan tersebut di antaranya ditopang oleh solidnya kinerja penjualan unit alat berat yang melonjak 47 persen (YoY).
Segmen alat berat pertambangan, khususnya produk hybrid, diklaim Andry menjadi salah satu pendorong pertumbuhan penjualan tersebut.
"Kami menargetkan untuk terus melakukan penetrasi alat berat dan solusi transportasi tambang generasi terbaru," ujar Andry.
Andry berpandangan bahwa teknologi hybrid menjadi semakin relevan bagi sektor pertambangan karena menawarkan peluang peningkatan efisiensi konsumsi energi sekaligus menekan biaya operasional.
Hal tersebut masih juga didukung oleh layanan purna jual, menjadi salah satu peluang menarik, yang oleh KOBX diharapkan dapat menopang kinerja penjualan hingga akhir 2026 nanti.