"Di titik inilah rencana ekspansi armada GTSI menjadi langkah yang sangat krusial," ujar Kavonic.
Sebagai spesialis transportasi LNG dan penyedia infrastruktur regasifikasi (FSRU), tambahan kapal baru akan langsung memperbesar kapasitas GTSI untuk menyerap melimpahnya pesanan distribusi gas dengan tarif angkut (freight rate) yang sedang meroket tajam.
Kebutuhan dunia terhadap ketersediaan kapal energi yang aman dan standby saat ini jauh melampaui ketersediaannya.
Sementara , secara internal, rencana aksi korporasi penambahan armada juga diyakini sebagai puzzle penyempurna atas fundamental bisnis GTSI di awal Maret 2026.
Setelah sukses mengonsolidasikan struktur tata kelolanya agar sejalan dengan sang induk usaha, PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI), GTSI kini membuktikan mereka memiliki ruang gerak yang agresif sekaligus adaptif.