“Perseroan memiliki modal dan arus kas yang memadai untuk melaksanakan pembiayaan transaksi pembelian kembali saham, tanpa mengganggu kegiatan usaha,” ujar manajemen ERAA.
Sebagai catatan, emiten ritel teknologi yang dikendalikan oleh keluarga Sugianto Kusuma alias Aguan ini sebelumnya telah merealisasikan program buyback saham dengan dana maksimal Rp50 miliar pada periode 14 April hingga 13 Juli 2025.
Dari aksi tersebut, sebanyak 25.751.978 saham hasil buyback telah dimanfaatkan untuk mendukung program Management and Employee Stock Option Plan (MESOP) Tahap I tahun 2025.
(DESI ANGRIANI)