AALI
9975
ABBA
400
ABDA
0
ABMM
1450
ACES
1305
ACST
230
ACST-R
0
ADES
2950
ADHI
1025
ADMF
7700
ADMG
210
ADRO
1700
AGAR
340
AGII
1600
AGRO
2130
AGRO-R
0
AGRS
177
AHAP
65
AIMS
486
AIMS-W
0
AISA
208
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
860
AKRA
3970
AKSI
416
ALDO
1020
ALKA
244
ALMI
246
ALTO
280
Market Watch
Last updated : 2021/11/30 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
497.28
-2.19%
-11.12
IHSG
6533.93
-1.13%
-74.36
LQ45
930.98
-2.07%
-19.70
HSI
-74.94
-100.31%
-23927.18
N225
346.43
-98.78%
-27937.49
NYSE
59.11
-99.64%
-16565.76
Kurs
HKD/IDR 1,834
USD/IDR 14,318
Emas
825,609 / gram

Kontrak Baru PP Presisi (PPRE) Capai Rp3,5 Triliun hingga Agustus 2021

MARKET NEWS
Aditya Pratama/iNews
Rabu, 08 September 2021 08:24 WIB
Adapun penambahan kontrak baru pada Agustus 2021 adalah sebesar Rp105,1 miliar.
Kontrak Baru PP Presisi (PPRE) Capai Rp3,5 Triliun hingga Agustus 2021 (FOTO:MNC Media)
Kontrak Baru PP Presisi (PPRE) Capai Rp3,5 Triliun hingga Agustus 2021 (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - PT PP Presisi Tbk (PPRE) berhasil membukukan perolehan kontrak baru sebesar Rp3,5 triliun hingga Agustus 2021. Adapun penambahan kontrak baru pada Agustus 2021 adalah sebesar Rp105,1 miliar.  

Perolehan kontrak baru tersebut berasal dari proyek antara lain, Proyek Pengembangan Infrastruktur Tambang Multi Harapan Utama (MHU) Rp65,6 miliar, kontribusi dari entitas anak, LMA pada Proyek KA Makasar–Parepare  

Segmen F Arah Tonasa Rp19,8miliar, serta lainnya yang berasal dari Proyek Pekerjaan Pengecoran Jalan Rigid Batang dan Pekerjaan Rusun Batang, Jalan Tol Lubuk Linggau Bengkulu & Jalan Tol Cisumdawu.  

Direktur Utama PP Presisi, Rully Noviandar mengatakan, proyek Jasa Tambang MHU merupakan proyek Mining Development yang berfokus pada pekerjaan Infrastruktur Mining. Dengan diperolehnya pekerjaan Proyek MHU ini, menjadikan komposisi perolehan kontrak baru PPRE hingga Agustus 2021 didominasi oleh lini bisnis Mining Services 62 persen, Civil Work 30 persen dan sisanya Structure Work serta Production Plant 8%. 

"Sebesar 72 persen kontrak baru tersebut berasal dari non group dan 28 persen dari PP group," ujar Rully dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Rabu (8/9/2021). 

Rully menambahkan, sampai dengan Agustus 2021 PPRE telah membukukan kontrak baru sebesar 95 persen dari target Rp3,7 triliun. Selain itu, komposisi kontrak baru yang mayoritas diperoleh dari proyek non group tentunya menjadi pencapaian yang menggembirakan bagi PPRE untuk meningkatkan competitiveness melalui perolehan pasar yang lebih luas. 

"Pencapaian perolehan kontrak baru yang cukup signifikan hingga Agustus 2021 ini meningkatkan kepercayaan diri Perseroan untuk dapat menambah perolehan kontrak baru hingga penghujung 2021 yang nilainya diharapkan dapat mencapai Rp700 miliar," kata dia. 

Sementara itu, Direktur Operasi PP Presisi, M Darwis Hamzah menuturkan, hingga saat ini, Perseroan tengah melakukan beberapa proses tender maupun negosiasi baik untuk proyek-proyek infrastruktur melalui APBN maupun proyek jasa tambang yang diantaranya berada di wilayah Sulawesi, Halmahera, Sumatera dan Kalimantan.  

"Hal ini diharapkan dapat menambah kontribusi perolehan kontrak baru hingga Desember 2021 dengan jumlah yang cukup signifikan," tuturnya. 

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD