AALI
12925
ABBA
197
ABDA
0
ABMM
3280
ACES
1010
ACST
163
ACST-R
0
ADES
4830
ADHI
670
ADMF
8050
ADMG
187
ADRO
3310
AGAR
354
AGII
1975
AGRO
960
AGRO-R
0
AGRS
127
AHAP
61
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
160
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1025
AKSI
232
ALDO
925
ALKA
298
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/20 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
542.40
0.61%
+3.27
IHSG
6918.14
1.39%
+94.81
LQ45
1015.18
0.69%
+6.97
HSI
20717.24
2.97%
+596.56
N225
26739.03
1.27%
+336.19
NYSE
0.00
-100%
-15044.52
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,664
Emas
870,562 / gram

PP Presisi (PPRE) Raih Fasilitas Pinjaman SKBDN Rp200 Miliar dari Bank DKI

MARKET NEWS
Aditya Pratama
Kamis, 26 Agustus 2021 08:33 WIB
Perolehan fasilitas pembiayaan berupa SKBDN dan cash loan trade dari Bank DKI ini, menandakan bahwa PP Presisi masih memperoleh kepercayaan besar dari perbankan
PP Presisi (PPRE) Raih Fasilitas Pinjaman SKBDN Rp200 Miliar dari Bank DKI (FOTO:MNC Media)
PP Presisi (PPRE) Raih Fasilitas Pinjaman SKBDN Rp200 Miliar dari Bank DKI (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - PT PP Presisi Tbk (PPRE) memperoleh fasilitas perbankan dari Bank DKI berupa fasilitas non cash loan-Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN) dan cash loan trade dengan plafon sebesar Rp200 miliar dengan tenor 12 bulan. 

“Perolehan fasilitas pembiayaan berupa SKBDN dan cash loan trade dari Bank DKI ini, menandakan bahwa PP Presisi masih memperoleh kepercayaan besar dari perbankan di tengah kondisi kinerja industri konstruksi yang masih belum membaik sebagai dampak dari pandemi covid-19 ini, yang ditandai dengan rasio NPL sektor konstruksi di atas rata-rata NPL bank umum”, ujar Direktur Utama PP Presisi Rully Noviandar dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (26/8/2021). 

Rully menambahkan, saat ini Perseroan sedang mengerjakan dua jasa pertambangan nikel yakni sebagai jasa pertambangan (mining contractor) pada pertambangan nikel Morowali dan jasa pengembangan tambang (mining development) di Weda Bay Nickel. Selain itu, Perseroan juga tengah menggarap beberapa prospek tambahan jasa tambang nikel lainnya. 

“Mengacu kepada trend pertumbuhan permintaan nikel yang diikuti oleh trend peningkatan harga komoditas nikel, serta kapasitas dan kapabilitas yang dimiliki Perseroan, kami optimis bahwa lini bisnis jasa pertambangan akan berkontribusi sebesar 20 persen terhadap target pendapatan Perseroan di tahun 2021 ini," kata dia. 

Sementara itu, Direktur Keuangan PP Presisi, Benny Pidakso menyampaikan, perbankan melihat bahwa PP Presisi tetap mampu bertumbuh yang ditandai dengan perolehan kontrak baru per Juli 2021 telah mencapai sebesar Rp3,4 triliun, di atas rata-rata kontrak baru yang diperoleh entitas anak perusahaan konstruksi lainnya, di samping kemampuan PPRE untuk meningkatkan kinerja keuangan serta menjaga kesehatan keuangan.  

"PPRE berhasil meningkatkan Laba Bersih Yang Diatribusikan Kepada Pemilik Entitas Induk sebesar 91 persen YoY, menjadi Rp35,9 miliar di kuartal II-2021, dari Rp18,8 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya, bahkan berhasil membukukan EBITDA sebesar Rp463 miliar. Di samping masih memiliki ruang untuk melakukan leveraging yang cukup besar, mengingat rasio net debt to equity masih di 0,78X," ucapnya. 

Benny menuturkan, di samping keberhasilan meningkatkan kinerja operasional dan keuangan, perbankan tertarik pada rencana bisnis PP Presisi yang akan menjadikan lini bisnis jasa pertambangan sebagai salah satu mitigasi risiko bisnis konstruksi sekaligus sebagai sumber recurring income yang akan berkontribusi besar pada kinerja Perseroan di masa depan.  

"Hal inilah mendorong Bank DKI memberikan fasilitas perbankan kepada PP Presisi, yang akan digunakan sebagai alternatif fasilitas pembiayaan dan jaminan keamanan pembayaran sebagai kontraktor jasa pertambangan nikel," jelasnya.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD