Dari sisi fundamental, BBCA dan BMRI dinilai masih memiliki kualitas franchise terbaik di industri.
Sementara itu, BBCA, BBRI, PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS), dan PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) diperkirakan lebih tangguh menghadapi tekanan margin bunga bersih (net interest margin/NIM).
Sebaliknya, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) dinilai paling rentan terhadap penurunan kualitas aset.
Analis juga memperkirakan tren kompresi NIM masih membayangi sektor perbankan. Namun, BBCA dipandang sebagai bank yang paling defensif berkat basis dana murah atau current account savings account (CASA) yang kuat.
Pandangan positif terhadap sektor perbankan juga disampaikan pengamat pasar modal Michael Yeoh. Menurut dia, kenaikan suku bunga Bank Indonesia (BI) justru menjadi salah satu katalis yang mendorong pemulihan harga saham bank-bank besar.