Minyak Brent turun lebih dari 2 persen ke USD109,41 per barel, sedangkan minyak mentah AS terkoreksi 1,3 persen ke USD107,25 per barel. Meski turun, harga keduanya masih lebih dari 50 persen di atas level sebelum perang pecah.
Namun, investor belum sepenuhnya tenang. Pasar masih dibayangi kekhawatiran gangguan distribusi energi global setelah serangan drone di Uni Emirat Arab pada akhir pekan lalu memicu volatilitas tajam di pasar keuangan.
“Kami sudah melihat banyak tarik ulur. Sampai benar-benar ada kepastian kapal dapat melintas aman di Selat Hormuz dan lalu lintas kembali normal, pasar tampaknya masih akan mengabaikan komentar dari kedua pihak,” ujar analis pasar IG, Fabien Yip.
Di pasar Asia, indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang melemah 0,22 persen. Indeks Nikkei Jepang turun 0,58 persen, sedangkan Kospi Korea Selatan anjlok 4 persen setelah aksi ambil untung pada saham-saham chip menyusul pelemahan sektor semikonduktor di Wall Street.
Sementara itu, Shanghai Composite China turun 0,43 persen. Sebaliknya, Hang Seng Hong Kong naik 0,41 persen, ASX 200 Australia menguat 0,93 persen, dan STI Singapura bertambah 0,65 persen.