AALI
9925
ABBA
412
ABDA
0
ABMM
1505
ACES
1275
ACST
240
ACST-R
0
ADES
3050
ADHI
1090
ADMF
7800
ADMG
195
ADRO
1920
AGAR
336
AGII
1440
AGRO
2220
AGRO-R
0
AGRS
191
AHAP
71
AIMS
450
AIMS-W
0
AISA
204
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
965
AKRA
4270
AKSI
400
ALDO
940
ALKA
238
ALMI
246
ALTO
276
Market Watch
Last updated : 2021/12/08 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.86
0.07%
+0.36
IHSG
6632.21
0.45%
+29.64
LQ45
951.04
0.09%
+0.87
HSI
23989.26
0.02%
+5.60
N225
28722.12
0.94%
+266.52
NYSE
16853.57
1.58%
+261.60
Kurs
HKD/IDR 1,846
USD/IDR 14,405
Emas
826,722 / gram

Krisis Energi Bikin Bursa Asia Berjatuhan, IHSG Bergerak di Zona Hijau

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Selasa, 12 Oktober 2021 11:41 WIB
Akibat krisis energi di Eropa dan China memicu kekhawatiran tekanan pada inflasi sehingga berdampak pada bursa saham di sejumlah negara di Asia.
Krisis Energi Bikin Bursa Asia Berjatuhan, IHSG Bergerak di Zona Hijau (FOTO: MNC Media)
Krisis Energi Bikin Bursa Asia Berjatuhan, IHSG Bergerak di Zona Hijau (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Akibat krisis energi di Eropa dan China memicu kekhawatiran tekanan pada inflasi sehingga berdampak pada bursa saham di sejumlah negara di Asia. Sebagian besar bursa asia masuk ke zona merah pada perdagangan hari ini.

Indeks MSCI Asia Pasifik diluar Jepang turun -0,9 persen pada awal perdagangan, mengikuti anjloknya tiga indeks utama Wall Street pada penutupan semalam. Hingga pukul 10:53 WIB, Nikkei 225 Jepang (N225) turun (-0,84 persen) di 28.257,76.

Shanghai Composite China (SSEC) merosot (-1,04 persen) di 3.554,38. Hang Seng Hong Kong (HSI) turun (-1,13 persen) di 25.040,01. Kospi Korea Selatan (KS11) terpuruk (-1,37 persen) di 2.915,79. S&P/ASX 200 Australia (AXJO) longsor (-0,35 persen) di 7.274.

Sementara dari dalam negeri, Indeks Harga Saham Gabungan bergerak menguat di zona hijau (0,41 persen) di 6.486,257 pada pukul 10:58 WIB.

"Pasar masih berisiko di tengah pergerakannya yang beragam pada awal pekan, menjelang rilis data penting dan mulainya musim dingin," kata Analis ANZ dalam catatan tertulisnya, dilansir Reuters, Selasa (12/10/2021).

Kabar dari China, perusahaan pengembang properti Evergrande Group masih belum melakukan pembayaran bunga obligasi sesuai tenggat waktunya. Jeratan utang yang tak kunjung selesai ini dinilai bakal menjadi beban sentimen investor di pasar modal Asia, selain krisis energi yang tengah melanda dunia.

"Pemulihan ekonomi tampaknya memasuki fase yang lebih menantang dan kami pikir investor serta perusahaan bakal memantau perkembangan data ekonomi sebelum membuat keputusan jangka pendek," lanjut catatan analis tersebut. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD