Kualitas pendanaan dinilai menjadi semakin penting karena dana murah dari nasabah cenderung memiliki biaya lebih rendah dan lebih stabil dibandingkan deposito berjangka maupun penempatan dana pemerintah.
BBCA menjadi salah satu bank yang dinilai paling diuntungkan dari kondisi tersebut. Hingga Juli 2026, CASA BBCA tumbuh 10,9 persen secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit sebesar 8,4 persen. Pada saat yang sama, deposito berjangka justru turun 5 persen.
Kondisi tersebut membuat loan to deposit ratio (LDR) BBCA tetap rendah di level 79,6 persen.
Dengan struktur pendanaan tersebut, BBCA dinilai memiliki ruang yang lebih besar untuk menikmati kenaikan imbal hasil aset tanpa harus menghadapi kenaikan biaya dana dalam tingkat yang sama.
Kinerja BBCA juga mulai menunjukkan perbaikan momentum. Laba bersih sepanjang tujuh bulan pertama 2026 hanya tumbuh 1,6 persen secara tahunan.