Namun, pada Juli 2026, pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) meningkat 3,9 persen dan laba bersih tumbuh 5 persen secara tahunan.
Pendapatan bunga BBCA juga tumbuh 5,5 persen secara tahunan pada Juli, meningkat signifikan dari pertumbuhan 1,5 persen sepanjang tujuh bulan pertama 2026.
Menurut Posmarito, kenaikan imbal hasil obligasi, Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), serta repricing kredit berpotensi menopang pertumbuhan laba BBCA pada paruh kedua tahun ini.
Berbeda dengan BBCA, BMRI menghadapi tantangan pendanaan yang lebih besar meski pertumbuhan kredit dan labanya jauh lebih tinggi.
Kredit BMRI tumbuh 19,5 persen secara tahunan hingga Juli 2026, sementara CASA hanya meningkat 6,6 persen. Untuk memenuhi kebutuhan pendanaan, deposito berjangka melonjak 61,1 persen.