Hasil dari pendanaan ini nantinya bakal digunakan untuk membangun fasilitas industri strategis CA-EDC yang dikelola oleh PT Chandra Asri Alkali (CAA), anak Perusahaan Chandra Asri Group, dan direncanakan mulai beroperasi pada tahun 2027.
"Perjanjian hari ini menegaskan komitmen kami dalam memperkuat industri-industri strategis nasional yang memberikan nilai tambah tinggi, menciptakan lapangan kerja, serta mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia," ujar Pandu.
Tak hanya itu, Pandu juga menekankan bahwa bentuk kolaborasi ini tidak hanya sebagai respons terhadap tantangan ketergantungan impor, melainkan juga sebagai langkah nyata untuk mempercepat hilirisasi, sebagai kunci penggerak ekonomi Indonesia.
Sementara, Pengganti Sementara Ketua Dewan Direktur INA, Eddy Porwanto, menyatakan bahwa investasi ini mencerminkan mandat investasi jangka panjang INA untuk menggerakkan modal pada sektor-sektor yang menjadi prioritas nasional.
Bersama Chandra Asri Group sebagai pelaku utama industri petrokimia terintegrasi terbesar di Indonesia dan terkemuka di Asia Tenggara, dan Danantara Indonesia sebagai mitra investor jangka panjang, INA mendedikasikan jalinan kolaborasi ini untuk membangun fondasi permodalan yang kuat untuk mendukung pengembangan kapasitas industri bahan baku strategis secara berkelanjutan.
"Upaya ini kami harapkan dapat mendorong hilirisasi, meningkatkan nilai tambah di dalam negeri, serta memperkuat daya saing dan ketahanan industri nasional," ujar Eddy, dalam kesempatan yang sama.