Profitabilitas dan Neraca
AKR juga mencatat EBITDA mencapai Rp3,67 triliun, didukung oleh peningkatan efisiensi operasional serta pengelolaan biaya yang disiplin. Di sisi lain, rasio net gearing sebesar -0,08x yang menunjukkan kekuatan struktur neraca perseroan.
Sementara itu, Return on Equity (ROE) dan Return on Asset (ROA) masing-masing tercatat sebesar 20 persen dan 7 persen.
Dari sisi neraca keuangan sebagai berikut:
- Total Aset: Rp36,6 triliun
- Ekuitas: Rp15,61 triliun
- Rasio Utang terhadap Ekuitas (DER): 0,3x
- Rasio Net Gearing: -0,08x
- Siklus Konversi Kas (Cash Conversion Cycle): -1 hari, mencerminkan efisiensi yang tinggi dalam pengelolaan modal kerja dan penciptaan arus kas yang sehat
Dukung Ketahanan Energi Nasional dan Transisi Energi
AKR terus mendukung ketahanan energi Indonesia melalui jaringan logistik dan distribusi terintegrasinya, memastikan pasokan energi ke sektor industri dan komersial di seluruh negeri.
Dengan infrastruktur dan jaringan nasional yang luas, AKR menjadi distributor utama produk bahan bakar dan energi, mendukung aktivitas industri dan pertumbuhan ekonomi yang lebih luas. AKR juga terus memperluas jaringan ritel bahan bakar melalui kemitraan dengan bp-AKR, meningkatkan akses ke bahan bakar berkualitas tinggi.
Pengembangan kawasan industri JIIPE semakin memperkuat ekosistem ini dengan memungkinkan distribusi energi yang lebih efisien dan mendukung pertumbuhan layanan utilitas dan infrastruktur. Hal ini juga menciptakan peluang untuk mengembangkan solusi energi yang lebih bersih dan berkelanjutan dari waktu ke waktu.
AKR terus bekerja sama erat dengan regulator dan pemangku kepentingan untuk memastikan distribusi energi yang efisien dan andal, sambil secara bertahap memperluas partisipasinya dalam inisiatif transisi energi, termasuk biodiesel, bahan bakar yang lebih bersih, dan infrastruktur LNG.
(Febrina Ratna Iskana)