Terakhir, Divisi Properti ASII melaporkan peningkatan laba bersih sebesar 145 persen menjadi Rp115 miliar, terutama berasal dari aset-aset gudang industri yang baru diakuisisi.
Sebagai informasi, laba bersih per saham ASII lebih rendah 15 persen menjadi Rp146. Tanpa memperhitungkan non-recurring charges, laba bersih per saham lebih rendah 7 persen menjadi Rp170.
Nilai aset bersih per saham pada 31 Maret 2026 naik sebesar 2 persen menjadi Rp5.810.
Utang bersih, tidak termasuk anak perusahaan Jasa Keuangan, mencapai Rp1,8 triliun pada 31 Maret 2026, dibandingkan dengan kas bersih Rp7,2 triliun pada 31 Desember 2025, terutama disebabkan oleh akuisisi PT Arafura Surya Alam, perusahaan tambang emas, dan pembelian kembali saham.
Utang bersih anak perusahaan Jasa Keuangan mencapai Rp66,0 triliun pada 31 Maret 2026, meningkat dibandingkan Rp64,9 triliun pada 31 Desember 2025.
(Dhera Arizona)