Adapun arus kas bersih dari aktivitas operasi tercatat sebesar USD5,03 juta, meningkat dibandingkan USD2,32 juta pada tahun sebelumnya.
Sujaya menjelaskan, peningkatan ini antara lain didorong oleh pengelolaan arus kas (cash flow management) yang lebih optimal, seiring peningkatan aktivitas operasional serta pengelolaan modal kerja yang lebih disiplin.
“Kami melihat peluang yang masih cukup baik di sektor offshore. Namun demikian, perseroan akan tetap menjalankan strategi ekspansi yang terukur dan disiplin, dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi makroekonomi global serta dinamika industri energi," tutur dia.
Sementara itu, jumlah liabilitas turun menjadi USD10,71 juta dari sebelumnya USD12,28 juta. Jumlah aset juga susut dari USD36,25 juta menjadi USD34,19 juta hingga akhir Desember 2025.
(DESI ANGRIANI)