IDXChannel - PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) mencetak laba bersih USD127,8 juta atau setara Rp2,17 triliun (kurs Rp17.000 per USD) sepanjang 2025.
Capaian tersebut meningkat 281 persen atau hampir empat kali lipat dari periode yang sama tahun sebelumnya USD33,5 juta.
Dalam laporan keuangan yang dipublikasikan, Rabu (25/3/2026) pendapatan perseroan tercatat USD148 juta, tumbuh 44,8 persen dari periode sebelumnya USD102,3 juta.
Adapun kinerja perseroan ditopang oleh segmen logistik yang membukukan pertumbuhan 551 persen dari USD5,6 juta menjadi USD36,6 juta yang didukung penambahan kapal baru serta ekspansi ke layanan logistik darat dan pergudangan.
Sementara itu, segmen energi serta kepelabuhanan dan penyimpanan masing-masing berkontribusi USD105,8 juta dan USD5,6 juta pada 2025.
Sebagai informasi, perseroan meluncurkan dan mengembangkan bisnis logistik darat melalui akuisisi PT Barito Investa Prima (kini PT Chandra Investa Prima), membangun kapabilitas cold chain, dan menambah
50 truk untuk memperluas cakupan layanan.
Perseroan juga mengakuisisi aset gudang dan lahan di Cilegon serta pembangunan tiga tangki bitumen dengan total kapasitas 12.000 m³, sekaligus mendorong proyek strategis tangki penyimpanan dan pipa etilena yang didanai dari dana hasil IPO.
Pada logistik maritim, CDI melanjutkan pembangunan dua kapal kimia berkapasitas 9.000 DWT dan meningkatkan kepemilikan di CSI dan MIM hingga 99,99 persen. Di sektor energi, kapasitas pembangkit surya Perseroan meningkat menjadi 11 MWp.
Lebih lanjut, perseroan membukukan EBITDA sebesar USD118,8 juta, atau melonjak 288 persen dari sebelumnya USD30,6 juta.
Sementara itu, total aset naik 61,4 persen menjadi USD1,74 miliar, jumlah liabilitas naik 85,1 persen menjadi USD607,9 juta, dan jumlah ekuitas juga meningkat 51 persen menjadi USD1,13 miliar per 31 Desember 2025.
(DESI ANGRIANI)