Dari sisi profitabilitas, laba kotor perseroan sepanjang 2025 mencapai Rp1,7 triliun, meningkat dari Rp1,5 triliun pada tahun sebelumnya. Margin laba kotor juga naik tipis dari 39,4 persen menjadi 39,5 persen.
Sementara itu, laba usaha tercatat sebesar Rp848 miliar atau tumbuh 6,8 persen dibandingkan Rp795 miliar pada 2024. Margin laba bersih juga membaik dari 13,9 persen menjadi 14,5 persen.
Pada periode yang sama, EBITDA perseroan mencapai Rp1 triliun, meningkat 8,7 persen dari Rp949 miliar. Rasio utang terhadap EBITDA turun signifikan dari 1,4 kali menjadi 0,6 kali, menunjukkan struktur keuangan yang semakin sehat.
Adapun rasio EBITDA terhadap beban bunga pada 2025 tercatat 13,2 kali, sedikit lebih rendah dibandingkan 14,5 kali pada tahun sebelumnya, namun masih mencerminkan kemampuan perusahaan yang kuat dalam memenuhi kewajiban pembiayaan.
(Febrina Ratna Iskana)