AALI
8450
ABBA
222
ABDA
6050
ABMM
4340
ACES
615
ACST
187
ACST-R
0
ADES
7300
ADHI
745
ADMF
8300
ADMG
167
ADRO
4130
AGAR
294
AGII
2210
AGRO
605
AGRO-R
0
AGRS
94
AHAP
107
AIMS
242
AIMS-W
0
AISA
176
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1620
AKRA
1415
AKSI
318
ALDO
670
ALKA
290
ALMI
382
ALTO
168
Market Watch
Last updated : 2022/10/06 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
535.32
0.15%
+0.78
IHSG
7085.56
0.14%
+10.18
LQ45
1012.68
0.1%
+1.04
HSI
18031.15
-0.31%
-56.82
N225
27311.30
0.7%
+190.77
NYSE
14262.03
-0.4%
-57.47
Kurs
HKD/IDR 1,934
USD/IDR 15,192
Emas
841,825 / gram

Laba Indocement (INTP) Anjlok 50,2 Persen, Ini Pemicunya

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Jum'at, 19 Agustus 2022 04:40 WIB
Laba PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP) dan anak usaha turun jadi Rp291,54 miliar di semester I/2022.
Laba Indocement (INTP) Anjlok 50,2 Persen, Ini Pemicunya (Dok.MNC)
Laba Indocement (INTP) Anjlok 50,2 Persen, Ini Pemicunya (Dok.MNC)

IDXChannel - PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP) dan anak usaha mencatat laba senilai Rp291,54 miliar di semester I/2022. Realisasi itu menyusut 50,2% year on year (yoy) dibandingkan periode sama tahun lalu senilai Rp586,57 miliar.

Kondisi ini terjadi saat penjualan emiten semen itu meningkat 3,66% yoy sebesar Rp6,91 triliun, dari paruh pertama tahun lalu di angka Rp6,66 triliun. Adapun kontribusi terbesar berasal dari penjualan semen, disusul beton siap pakai, dan tambang agregat.

Pasar domestik khususnya Jawa mendominasi penjualan INTP senilai Rp5,16 triliun, sedangkan luar-Jawa Rp1,62 triliun. Perseroan juga mampu menyerap pendapatan dari ekspor sebesar Rp120,23 miliar. Demikian berdasarkan laporan keuangan INTP, Kamis (18/8/2022).

Beban pokok penjualan tampak membengkak 12,45% yoy menjadi Rp5,14 triliun. Sebagian besar biaya datang dari bahan bakar dan listrik mencapai Rp2,55 triliun, yang membuat total beban pabrikasi naik mencapai Rp4,98 triliun.

Di samping itu, beban usaha juga mengalami pertambahan yang sebagian besar datang dari biaya pengangkutan, bongkar muat, dan transportasi senilai Rp902,06 miliar, disusul gaji-kesejahteraan karyawan sebesar Rp235,61 miliar

Posisi keuangan tengah tahun pertama ini membuat INTP mencetak laba per saham dasar senilai Rp82,80, atau lebih rendah dari posisi periode sama tahun lalu sebanyak Rp159,34. 

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD