Pelemahan kinerja MBAP juga terlihat dari arus kas yang turun signifikan. Arus kas dari aktivitas operasi defisit USD3,5 juta, berbanding terbalik dengan 2024 yang positif USD25 juta. Hal ini imbas penurunan penerimaan dari kas pelanggan hingga 36 persen menjadi USD147 juta.
Penurunan pembayaran royalti turun 33 persen menjadi USD18,1 juta. Penurunan juga terjadi pada pembayaran gaji karyawan (-8 persen) dan pajak penghasilan (-25 persen). Selain itu, perseroan juga menerima restitusi pajak yang totalnya mencapai USD14,5 juta meski tak cukup membuat arus kas positif.
Dari sisi neraca, posisi kas dan setara kas MBAP masih solid meski turun. Kas perseroan pada akhir 2025 mencapai USD74 juta atau setara dengan Rp1,2 triliun, turun 25 persen dibandingkan akhir 2024 yang sebesar USD98 juta. Kas itu belum memperhitungkan adanya kas yang dibatasi penggunaannya sebesar USD5,3 juta.
(Rahmat Fiansyah)