Sehingga, laba kotor perseroan tercatat sebesar Rp1,92 triliun, atau menanjak 2,12 persen dari Rp1,88 triliun. Kenaikan laba bruto tersebut ditopang penurunan beban pokok pendapatan sebesar 3,33 persen menjadi Rp1,45 triliun dari Rp1,50 triliun.
Dengan demikian, laba sebelum pajak tercatat Rp1,26 triliun pada semester I-2026. Angka ini turun 9,35 persen jika dibandingkan semester I-2025 sebesar Rp1,39 triliun.
Dari total laba bersih di atas, sebesar Rp1,01 triliun diatribusikan kepada pemilik entitas induk, kemudian sisanya yakni Rp249,92 miliar menjadi bagian kepentingan nonpengendali.
(Dhera Arizona)