AALI
7950
ABBA
600
ABDA
0
ABMM
1240
ACES
1320
ACST
248
ACST-R
0
ADES
2410
ADHI
685
ADMF
7700
ADMG
216
ADRO
1335
AGAR
398
AGII
1790
AGRO
2500
AGRO-R
0
AGRS
264
AHAP
59
AIMS
420
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
650
AKRA
3600
AKSI
422
ALDO
635
ALKA
226
ALMI
270
ALTO
328
Market Watch
Last updated : 2021/07/30 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
438.19
-1.28%
-5.68
IHSG
6070.04
-0.83%
-50.69
LQ45
823.04
-1.17%
-9.71
HSI
25961.03
-1.35%
-354.29
N225
27283.59
-1.8%
-498.83
NYSE
16697.14
0.75%
+123.58
Kurs
HKD/IDR 1,858
USD/IDR 14,460
Emas
850,320 / gram

Laba PP Properti (PPRO) Merosot 50,4 Persen di Kuartal I-2021

MARKET NEWS
Shifa Nurhaliza
Senin, 14 Juni 2021 12:54 WIB
Perseroan memutuskan tidak membagikan dividen untuk tahun buku 2020
Laba PP Properti (PPRO) Merosot 50,4 Persen di Kuartal I-2021 (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - PT PP Properti Tbk (PPRO) pada kuartal I-2021 mencatat pendapatan sebesar Rp 357,9 miliar atau turun 16,53% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 428,79 miliar. Sementara, laba bersih PPRO turun 50,4% menjadi Rp 26,38 miliar. 

Perseroan juga memutuskan tidak membagikan dividen untuk tahun buku 2020. Alasannya perusahaan berniat fokus pada pengembangan dan penyelesaian sejumlah proyek yang sedang dikerjakan. 

Adapun, laba bersih PPRO di tahun lalu sebesar Rp 89,05 miliar. Realisasi ini turun 64,33% dibandingkan laba bersih pada tahun 2019 yang mencapai Rp 249,68 miliar. 

Mengutip laporan keuangan perseroan di laman resmi BEI, Senin (14/6/2021), laba bersih untuk tahun buku 2020 akan difokuskan sebagai modal pengembangan dan penyelesaian kegiatan operasi saat ini. 

Kemudian, PPRO juga akan melanjutkan penyelesaian hotelnya di Lombok dan juga pembangunan pusat perbelanjaan. Untuk memuluskan rencana tersebut, PPRO menganggarkan belanja modal atawa capital expenditure (capex) sebesar Rp439 miliar, namun hingga awal Juni 2021 capex yang terserap sebesar Rp86 miliar 

Sementara itu, hingga akhir Mei 2021 PPRO telah mencatatkan marketing sales sebesar Rp202,48 miliar. Adapun kontributor terbesar berasal dari proyek rumah tapak di Permata Puri Cibubur. 

Sekadar informasi, hingga akhir tahun ini PPRO membidik marketing sales sebesar Rp 1,3 triliun. Dari sisi kinerja, pihaknya berharap dapat membukukan pendapatan sebesar Rp 1,5 triliun. Rinciannya, 60% berasal dari penjualan unit, 35% dari penjualan lahan, dan sisanya dari pendapatan berulang. 

(SANDY)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD