Sejalan dengan itu, laba usaha ICBP juga meningkat 7 persen menjadi Rp13,67 triliun dari Rp12,74 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Namun, marjin laba usaha perseroan mengalami penurunan menjadi 21,2 persen dari sebelumnya 22,6 persen. Tekanan terutama berasal dari kenaikan biaya bahan baku, bahan kemasan, dan logistik.
Sementara laba inti atau core profit ICBP tumbuh 5 persen menjadi Rp8,04 triliun hingga September 2026, dibandingkan Rp7,69 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Core profit merupakan indikator kinerja yang mencerminkan hasil operasional perseroan setelah mengecualikan pos-pos nonberulang (non-recurring items) dan selisih kurs.
(DESI ANGRIANI)