IDXChannel - PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) mengonfirmasi hasil dari aksi korporasi terbarunya, berupa pelaksanaan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), alias Private Placement Tahap VI, melalui penerbitan 178.685.260 saham baru Perseroan.
Sebagaimana disampaikan dalam Keterbukaan Informasi Perseroan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (24/6/2026), saham-saham baru tersebut dibanderol dengan harga konversi sebesar Rp50,81 per saham.
Dengan demikian, maka total nilai Private Placement yang telah dicatatkan pada 23 Juni 2026 tersebut terhitung mencapai Rp9,07 miliar.
"Aksi korporasi ini merupakan implementasi atas skema konversi utang Perseroan kepada kreditur menjadi ekuitas, sebagaimana diatur dalam perjanjian perdamaian, hasil proses PKPU (Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang)," ujar Direktur Keuangan, Human Capital Management (HCM), dan Manajemen Risiko WSBP, Koento Wahyudiat, dalam Keterbukaan Informasi.
Perjanjian tersebut sebelumnya telah disahkan melalui putusan homologasi Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, pada 28 Juni 2022, dan berkekuatan hukum tetap, setelah keluarnya putusan Mahkamah Agung Nomor 1455 K/Pdt-Sus-Pailit/2022, pada 20 September 2022.
Aksi Private Placement ini sendiri merupakan kelanjutan dari agenda restrukturisasi keuangan yang telah mulai dilakukan sejak 2022 lalu, di mana skema konversi utang menjadi saham tersebut menjadi salah satu instrumen utama yang ditempuh WSBP guna memperbaiki struktur permodalan, sekaligus mengurangi kewajiban kepada kreditur.
"Setelah pelaksanaan PMTHMETD Tahap VI ini, jumlah modal ditempatkan dan modal disetor Perseroan akan menjadi sebanyak 56,95 miliar saham yang terdiri dari 1 saham seri A, 26,36 miliar saham seri B, dan 30,59 miliar saham seri C," ujar Koento.
Emiten sesama BUMN infrastruktur di segmen beton, PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON), tercatat sebagai kreditur dagang penerima mayoritas dalam private placement WSBP tahap VI ini, dengan jumlah konversi utang sebesar Rp7,92 miliar, dan jumlah saham diterima setelah round down sebanyak 155,89 juta saham.
(taufan sukma)