Pertumbuhan dana murah atau CASA yang naik 14 persen juga melampaui deposito berjangka yang tumbuh 12,6 persen, seiring penurunan suku bunga deposito sejak awal tahun yang menekan biaya dana.
Namun, Edward mengingatkan ketegangan geopolitik dan ketidakpastian harga bahan bakar minyak (BBM) dapat menunda pemulihan kredit yang sebelumnya diperkirakan terjadi pada paruh kedua 2026.
Perbankan cenderung lebih berhati-hati untuk menjaga kualitas aset di tengah tekanan daya beli dan risiko perlambatan ekonomi.
Ia mencatat rasio kredit bermasalah (NPL) memang masih relatif stabil, tetapi mulai terlihat tekanan awal terutama pada kredit modal kerja yang naik ke 2,5 persen dari 2,4 persen.
Perlambatan pertumbuhan kredit pada segmen ini juga cukup tajam, dari 7,5 persen menjadi 3,9 persen, sementara kredit investasi dan kredit pemilikan rumah (KPR) mengalami kenaikan NPL tipis dan kredit konsumsi masih stabil.