IDXChannel - PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) mencatat pelemahan kinerja keuangan pada tiga bulan pertama tahun ini. Perusahaan properti Lippo Group itu meraup pendapatan Rp1,76 triliun pada kuartal I-2026, turun 12,6 persen secara tahunan.
Sementara itu, EBITDA LPKR mencapai Rp337 miliar pada periode yang sama dengan laba bersih sebesar Rp107 miliar. Kinerja bottom line juga ikut terkoreksi 36,7 persen menjadi Rp107 miliar.
Meski melemah dalam laporan laba rugi, perseroan mencatat peningkatan arus kas (cashflow). Arus kas dari aktivitas operasi meningkat 20 persen menjadi Rp499 miliar, didukung oleh peningkatan penerimaan dari pelanggan. Adapun posisi kas dan setara kas mencapai Rp1,62 triliun.
LPKR mencatat prapenjualan (marketing sales) pada kuartal I-2026 mencapai Rp1,95 triliun, setara 32 persen dari target tahunan. Segmen residensial, khususnya rumah tapak (landed house) masih menjadi penopang utama kinerja marketing sales.
"Permintaan tetap terkonsentrasi pada rumah tapak, khususnya produk di segmen terjangkau dan menengah, yang menjadi fokus utama strategi kami. Kami akan terus berfokus pada eksekusi di seluruh proyek township kami, sembari tetap menjaga pendekatan yang pruden dalam pengelolaan modal dan operasional," kata CEO LPKR, John Riady dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (10/5/2026).
Kinerja marketing sales LPKR didorong oleh permintaan yang berkelanjutan terhadap rumah tapak, baik di segmen terjangkau maupun premium di berbagai wilayah. Produk rumah tapak menyumbang 84 persen dari total marketing sales, mencerminkan tingginya minat pembeli rumah pertama (first-time homebuyers) dan pengguna akhir (end-user).
Pencapaian ini juga didukung oleh peluncuran Park Serpong Phase 7 di Park Serpong, serta Neo 5ense Collection di Cikarang. Pengembangan baru ini berhasil menangkap permintaan dari segmen pasar massal maupun menengah, sekaligus memperkuat posisi LPKR di pasar rumah tapak.
Di tingkat holding, penjualan residensial berkontribusi sebesar Rp1,22 triliun, didukung oleh penjualan unit komersial sebesar Rp156 miliar, kavling tanah Rp30 miliar, serta penjualan lahan pemakaman di San Diego Hills sebesar Rp33 miliar.
Momentum penjualan juga diperkuat oleh peluncuran produk baru di Park Serpong Phase 7 pada 1Q26, yaitu Goldtops, Gold, Silver, Bronze, Urban, dan Treetops, yang ditawarkan dengan harga terjangkau dan didorong oleh tingginya permintaan di segmen hunian terjangkau.
Untuk segmen lifestyle, LPKR mencatatkan kinerja yang tetap solid pada kuartal pertama tahun ini, dengan pendapatan sebesar Rp310 miliar, EBITDA Rp103 miliar, dan laba bersih sebesar Rp55 miliar. Kinerja ini mencerminkan ketahanan segmen di tengah melemahnya permintaan, yang tetap didukung oleh berbagai inisiatif efisiensi operasional.
Secara operasional, rata-rata tarif kamar hotel stabil di Rp639 ribu, sedangkan jumlah pengunjung mal meningkat 6 persen menjadi 11,5 juta pengunjung per bulan, menunjukkan momentum pemulihan sektor ritel yang berkelanjutan.
(Rahmat Fiansyah)