sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Lonjakan Harga Minyak Diproyeksi Berlanjut Pekan Depan, Bisa Tembus USD116 per Barel

Market news editor Rohman Wibowo
05/04/2026 20:41 WIB
Lonjakan harga minyak dipicu oleh eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan sejumlah negara dan kelompok milisi.
Lonjakan Harga Minyak Diproyeksi Berlanjut Pekan Depan, Bisa Tembus USD116 per Barel. Foto: Freepik.
Lonjakan Harga Minyak Diproyeksi Berlanjut Pekan Depan, Bisa Tembus USD116 per Barel. Foto: Freepik.

IDXChannel - Harga minyak mentah dunia diproyeksi melanjutkan tren kenaikan pada pekan depan, seiring meningkatnya ketegangan geopolitik global yang berpotensi mengganggu pasokan energi. 

Pengamat Pasar Keuangan dan Komoditas Ibrahim Assuaibi memperkirakan, minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) dapat menembus level USD116 per barel

Lonjakan harga minyak dipicu oleh eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan sejumlah negara dan kelompok milisi. Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap stabilitas distribusi minyak global. 

"Ketegangan di Timur Tengah berpotensi mengganggu jalur distribusi energi, terutama di kawasan strategis seperti Selat Hormuz. Jika itu terjadi, harga minyak bisa melonjak signifikan," ujarnya dalam pernyataan resmi, Minggu (5/4/2026).

Adapun pergerakan harga minyak pada pekan depan diperkirakan berada dalam rentang yang lebih lebar, dengan kecenderungan menguat dari kisaran USD99 hingga menuju USD116 per barel. 

Selain faktor konflik, penguatan dolar AS juga turut memengaruhi dinamika pasar minyak. Meski dolar yang kuat biasanya menekan harga komoditas, dalam kondisi ketidakpastian tinggi, harga minyak tetap cenderung naik karena kekhawatiran terhadap pasokan.

Ibrahim menjelaskan, meningkatnya risiko geopolitik membuat pelaku pasar memperhitungkan kemungkinan gangguan produksi dan distribusi minyak dari kawasan Timur Tengah yang merupakan salah satu pemasok utama energi dunia.

"Pasar saat ini sangat sensitif terhadap isu geopolitik. Sedikit saja ada eskalasi, harga minyak langsung merespons naik," tuturnya.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement