Pada Senin, Iran menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai penerus ayahnya sebagai Pemimpin Tertinggi, menandakan bahwa kelompok garis keras masih memegang kendali kuat di Teheran, satu minggu setelah pertempuran dengan Amerika Serikat dan Israel dimulai.
Konflik tersebut telah menyebabkan sekitar seperlima pasokan minyak mentah dan gas alam global terhenti, setelah Teheran menargetkan kapal-kapal di Selat Hormuz yang menjadi jalur penting antara wilayah Iran dan Oman, serta menyerang infrastruktur energi di seluruh kawasan.
Menteri energi Qatar memperkirakan semua produsen energi di Teluk akan menghentikan ekspor dalam beberapa minggu, sebuah langkah yang menurutnya dapat mendorong harga minyak hingga USD150 per barel.
(NIA DEVIYANA)