IDXChannel - Bursa saham Asia anjlok pada Senin (9/3/2026) karena lonjakan harga minyak memicu tekanan inflasi yang berpotensi meningkatkan biaya hidup, dan mungkin juga suku bunga, di seluruh dunia.
Pasar saham di Jepang dan Korea Selatan anjlok tajam pada perdagangan awal Senin setelah harga minyak melonjak di atas USD100 per barel untuk pertama kalinya dalam hampir empat tahun.
Lonjakan ini mengguncang pasar global di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
Indeks acuan Jepang, Nikkei 225, ambles 7,43 persen. Sementara itu, indeks Kospi di Korea Selatan jatuh 8,11 persen pada perdagangan pagi.
Kejatuhan KOSPI hingga lebih dari 8 persen hingga memicu circuit breaker pada Senin pukul 08.31 WIB, yang menghentikan perdagangan selama 20 menit.