Di sisi lain, mengutip Reuters, Iran menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai penerus ayahnya, Ali Khamenei, sebagai pemimpin tertinggi negara tersebut.
Penunjukan ini menandakan bahwa kelompok garis keras masih memegang kendali di Teheran, sepekan setelah konflik dengan AS dan Israel pecah.
Langkah itu diperkirakan tidak disambut baik oleh Trump, yang sebelumnya menyebut putra Khamenei tersebut sebagai sosok yang “tidak dapat diterima”.
Dengan belum terlihatnya tanda-tanda berakhirnya konflik di Timur Tengah dan kapal tanker yang masih enggan melintasi Selat Hormuz, investor bersiap menghadapi periode panjang biaya energi yang lebih tinggi.
“Ekonomi global masih sangat bergantung pada aliran terkonsentrasi minyak dan gas alam dari Timur Tengah yang melewati Selat Hormuz,” ujar Kepala Ekonom JPMorgan Bruce Kasman. (Aldo Fernando)