Adapun sejak pengumuman perang, IHSG tercatat telah mengalami koreksi selama enam hari perdagangan. Mengacu pada pola 2022 tersebut, Stockbit menilai investor perlu mencermati tanda-tanda normalisasi harga minyak sebagai indikator potensi pemulihan pasar saham.
Normalisasi harga minyak berpotensi terjadi apabila terdapat sinyal de-eskalasi konflik maupun intervensi pasokan energi.
Dalam pernyataannya, Presiden AS Donald Trump menyebut, konflik dengan Iran kemungkinan segera berakhir. Selain itu, negara-negara G7 dilaporkan mulai membahas rencana pelepasan cadangan minyak secara bersama-sama untuk menstabilkan pasar.
Merespons pernyataan tersebut, harga minyak Brent tercatat turun 7,2 persen pada Selasa (10/3/2026) sore menjadi sekitar USD91,8 per barel. Penurunan harga minyak ini diikuti penguatan IHSG sebesar 1,41 persen pada perdagangan yang sama.
Meski demikian, Stockbit menyebut hubungan antara harga minyak dan IHSG tidak selalu bergerak searah. Pada 2022 misalnya, IHSG sempat pulih pada periode Juli-September bersamaan dengan turunnya harga minyak, namun korelasi keduanya tidak konsisten sepanjang tahun.