Investor kawakan Lo Kheng Hong yang menguasai 1,32 persen saham LSIP diperkirakan berhak menerima dividen sekitar Rp7,46 miliar. Adapun investor Winarno Tjajadi diperkirakan akan mengantongi dividen sebesar Rp24,9 miliar.
Selain menetapkan pembagian dividen, pemegang saham juga menyetujui penyisihan dana sebesar Rp5 miliar dari laba bersih tahun buku 2025 sebagai dana cadangan perseroan.
"Sisa laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk perseroan untuk Tahun Buku 2025 dicatat sebagai saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya," demikian disampaikan manajemen LSIP dalam RUPS Tahunan.
Dengan demikian, setelah pembagian dividen dan pembentukan dana cadangan, sisa laba bersih perseroan akan dibukukan sebagai laba ditahan guna mendukung kebutuhan operasional dan pengembangan usaha ke depan.
(Shifa Nurhaliza Putri)