sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Lunasi Utang ke Sarana Steel, BAJA Gelar Rights Issue Rp450 Miliar

Market news editor Desi Angriani
17/06/2026 08:05 WIB
BAJA menawarkan sebanyak 900 juta saham baru dengan harga pelaksanaan Rp500 per saham.
Lunasi Utang ke Sarana Steel, BAJA Gelar Rights Issue Rp450 Miliar (Foto: dok Freepik)
Lunasi Utang ke Sarana Steel, BAJA Gelar Rights Issue Rp450 Miliar (Foto: dok Freepik)

IDXChannel - PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA) menghimpun dana segar hingga Rp450 miliar melalui Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) I atau rights issue.

Berdasarkan prospektus yang diterbitkan Senin (15/6/2026) BAJA menawarkan sebanyak 900 juta saham baru dengan harga pelaksanaan Rp500 per saham.

Jumlah saham baru yang diterbitkan setara dengan 33,33 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah pelaksanaan rights issue.

Perseroan juga telah menunjuk pihak-pihak yang akan bertindak sebagai pembeli siaga (standby buyer) apabila tidak seluruh saham baru terserap oleh pemegang saham maupun pemegang Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).

Dalam skema tersebut, PT Sarana Steel (PTSS) selaku pihak terafiliasi dan Ibnu Susanto sebagai pemegang saham pengendali perseroan akan membeli sisa saham yang tidak terserap pasar.

Keduanya berkomitmen menyerap hingga 743,94 juta saham dengan nilai maksimal sekitar Rp371,97 miliar. Dari jumlah tersebut, PT Sarana Steel akan mengambil porsi hingga Rp310 miliar, sedangkan Ibnu Susanto sebesar Rp61,97 miliar.

Perseroan menetapkan 31 Agustus 2026 sebagai batas akhir pelaksanaan HMETD. Setelah tanggal tersebut, hak yang tidak digunakan akan kedaluwarsa dan tidak lagi memiliki nilai.

Manajemen mengungkapkan, mayoritas dana hasil rights issue akan digunakan untuk memperbaiki struktur keuangan Perseroan. Sekitar 98,96 persen dari dana bersih yang diperoleh akan dialokasikan untuk melunasi seluruh utang Perseroan kepada PT Sarana Steel.

Sementara itu, sekitar 1,04 persen sisanya akan digunakan sebagai modal kerja, terutama untuk mendukung pembelian bahan baku guna menunjang kegiatan operasional perusahaan.

(DESI ANGRIANI)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement